TexasPokerQQ Bencana kelaparan yang diderita oleh Komunitas Adat Terpencil (KAT) Suku Mause Ane sampai sekarang mengakibatkan 3 warga diantaranya meninggal dunia. Tim Polres Maluku Tengah (Malteng) akan mengirimkan bantuan.
"Nikolaos Boiratan, selaku Bapa Raja Desa Maneo, datang pada senin siang kemarin dan menyampaikan permintaan yang diperlukan oleh para warganya," Ucap AKBP Arthur Lumangga selaku Kapolres Maluku Tengah yang dihubungi melalui telepon, Selasa(24/7).
Arthur menambahkan, Kedatangan Bapak Raja bertujuan dalam menyampaikan kebutuhan para warganya. Seperti kebutuhan sembako dan juga Obat-Obatan.
"Apa yang menjadi permintaan dari Raja akan kami kirimkan besok. Namun kiranya mengalami sedikit kendala setelah diberikan penjelasan, dan teratasi, ucapnya.
"Karakteristik masyarakat yang asing ini tempat tinggalnya berpindah-pindah (nomaden) dan hanya dapat ditemui dengan perantaranya Raja Maneo," ucapnya.
Dari Polda Maluku melalui Kapolres Maluku Tengah yang bekerja sama dengan Sat Brimob akan berangkat pada hari Rabu (25/7) esok hari dan akan bertemu dengan kepala desa Maneo di Desa Wai Muse. Selanjutnya mereka akan bersama sama menuju lokasi untuk menyerahkan bantuan di lokasi Desa Siahari. Selain itu, mereka juga akan memberangkatkan beberapa Tenaga Medis dari Polda.
Bencana Kelaparan ini terjadi dikarenakan perkebunan masyarakat suku terpencil ini diserang oleh hama babi hutan dan tikus. Sehingga sampai sekarang masyarakat terpencil ini dalam keadaan krisis oleh bahan pangan.
Masyarakat Komunitas Adat Terpencil(KAT) Suku Masue Ane ini terdiri dari 3 daerah yang diantaranya adalah Laihaha, Bentaran Sungai Tilupa, dan Bantaran Sungai Kobi yang total jumlah keluarganya sebanyak 45 Kepala Keluarga dengan jumlah penduduknya 170 jiwa.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar