TexasPokerQQ Predator anak di Sukabumi diamankan oleh kepolisian karena kasus kekerasan seksual dan pencabulan terhadap 12 anak. Pelaku yang berinisial DAD (45) ini menyekap semua korbannya di sebuah gubuk yang berada di tengah sawah.
Gubuk ini berada di Kampung Coblong, RT 03 RW 03, Desa Talaga, Kecamatan Caringin, Sukabumi, Jawa Barat. Lokasinya sekitar 1 km dari sekolah korban. DAD awalnya hanya mencuri satu korban, namun teman-teman korban yang lain mengikuti dari belakang dan mereka malah ikut menjadi korban.
"Tersangka ini pada awalnya hanya mencuri satu korban, melihat korban yang diseret seperti itu, temannya lalu mengikuti dari belakang. Ketika itulah pelaku mengancam mereka dan memasukkan mereka kedalam gubuk itu. Satu persatu korban diikat ke tiang gubuk dan mulut mereka di lakban," ucap AKBP Nasriadi, selaku Kapolres Sukabumi kepada media di lokasi, Selasa(25/9).
Dibawah tekanan ancaman, para korban ini tidak berani melarikan diri. Mereka pasrah ketika pelaku ini mengikat tangan dan melakban mulut mereka. Empat bocah lelaki dicabuli oleh pelaku. Jumlah korban yang di dalam gubuk ada 8.
"Empat anak disodomi oleh pelaku, empat anak lainnya diikat dan hanya digerayangi. Setelah melakukan itu pelaku pun meninggalkan para korban, korban berusaha untuk melepaskan diri dari ikatan setelah itu mereka pulank," ucapnya.
Gubuk tempat markas pelaku itu merupakan milik warga setempat. Salah satu korbannya yang masih duduk di bangku kelas 2 SD bahkan dijadikan budak seks dan mengalami pencabulan oleh pelaku nyaris setiap hari selama bulan maret.
Gubuk yang berukuran sekitar 4 x 5 meter itu berbentuk semi panggung, di bagian belakangnya terdapat satu ruangan kecil yang dijadikan pelaku sebagai tempat mengurung para korban. Kursi bekas para korban dinaikkan ke atas tiang dan masih tersusun dengan rapi.
Menurut informasi dari warga, gubuk ini biasnya digunakan oleh petani untuk bermalam saat berjaga ladang. Namun sudah lama tidak digunakan dikarenakan kondisinya yang sudah reyot. Warga terlihat berusaha untuk menghindari pertanyaaan seputar peristiwapencabulan yang dilakukan oleh DAD.
"Kejadiannya pada siang hari, tidak ada warga yang melihat, intinya kami merasa terganggua dengan adanya kejadian ini. Kami tidak menerima dan semoga pelaku ini mendapatkan hukuman seberat-beratnya,"ucap salah satu warga.

