Selasa, 27 Maret 2018

Tempat-tempat Terkenal di Jakarta yang Saat Ini Sudah Menjadi Kenangan

Tempat-tempat Terkenal di Jakarta Jaman Dulu

Bagi warga Jakarta yang hidup di zaman 80-90an pasti pernah ke tempat-tempat ini. Tapi jangan harap untuk anak zaman sekarang, karena tempat- tempat ini sekarang tinggal nama dan tinggal kenangan. Berbagai alasan kenapa tempat-tempat yang dulu hits harus tutup.

Faktor yang paling utama karena tidak mampu bersaing dengan tempat-tempat yang lebih modern yang menarik anak muda untuk datang atau karena tidak ada biaya untuk melanjutkan biaya operasionalnya sehingga gulung tikar.

Satu hal yang paling diingat dari Taman Ria Senayan adalah danau dengan perahu-perahuan tandem yang dijadikan tempat untuk memadu kasih. Dulu Dunia Fantasi punya pesaing yang terletak di jantung kota Jakarta. Tempat ini dulu sangat hits di zamannya. Namun sekarang tinggal kenangan, nama tempat tersebut adalah Taman Ria Senayan.

Bagi penyuka bunga atau ikan hias pasti tahu tempat ini. Tempat ini selalu ramai terlebih menjelang hari kasih sayang yakni toko bunga dan ikan yan berjualan di wilayah Barito. Walaupun harganya relatif lebih mahal dibandingin dengan di Rawa Belong, tapi toko bunga di Jakarta Selatan ini tetep jadi favorit. Sayangnya, tempat ini sudah digusur.

Stadion Lebak Bulus dulunya adalah markas untuk tim sepak bola ibu kota, Persija. Stadion menjadi saksi bisu kejayaan klub kebanggaan ibu kota. Namun sekarang semua sudah rata dengan tanah. Pada 2013 lalu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang saat itu masih menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI menginstruksikan pembokaran Stadiun Lebak Bulus.

Bagi pencinta masuk pasti tahu apa itu Aquarius Mahakam. Ini adalah tempat penjualan kaset atau CD terlengkap. Namun berkembangnya zaman membuat toko CD ini harus gulung tikar pada tahun 2013 lalu.

Tahun 2009 Gedung Bioskop Benhil Raya Theater telah tutup. Dulu tempat ini menjadi tempat muda-mudi ibu kota menikmati film Tanah Air. Bioskop ini berada di komplek Pasar Tradisional Bendungan Hilir. Bioskop ini mulai beroperasi pada tahun 1976, bersamaan dengan mulai dibukanya Pasar Benhil. Saat itu, untuk tiket masuk bioskop, pengunjung dikenakan biaya yang sangat terjangkau sebesar Rp 2.500 per orang. Dan film yang ada di bioskop tersebut diganti setiap tiga hari sekali. Namun, sejak 2009 bioskop ini sudah tidak beroperasi lagi. Saat ini, sebagian ruangan eks-bioskop dipergunakan untuk kantor pengelola pasar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar